0

KRONOLOGI PERISTIWA TERORISASI DI ACEH ==> SEBARKAN !

Labels:


Israel melakukan agresi terhadap Gaza untuk yang kesekian kalinya tepatnya 27 Desember 2008 sampai 18 Januari 2009. Dalam serangan agresi ini, Israel menggunakan bom phosphor dan senjata kimia lainnya yang melanggar hukum internasional. Atas serangan agresi membabi-buta tersebut dunia merespon dengan mengeluarkan kecaman. Dunia Islam khususnya memberikan reaksi yang keras atas agressi tersebut. FPI sebagai ormas Islam yang berkedudukan di Indonesia merespon dengan mengumumkan membuka posko-posko untuk pendaftaran mujahidin guna dikirim ke Gaza.

Januari 2009

FPI Aceh sebagai salah satu ujung tombak dalam organisasi adalah salah satu yang menjadi pelaksana dari program rekruitmen mujahidin tersebut. Secara resmi, DPD FPI Aceh membuka posko pendaftaran pada tanggal 10 Januari 2009, bertempat di Mushola Nurul Muttaqin, desa Bathoh Banda Aceh dan Pondok Pesantren  Daarul Mujahiddin Lhokseumawe. Dari hasil pendaftaran tersebut berhasil  menjaring sebanyak 125 orang mujahidin untuk dilatih dan kemudian bila memenuhi criteria dan sesuai kemampuan yang dimiliki organisasi akan di berangkatkan ke Gaza. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 23-27 Januari 2009 di pesantren Daarul Mujahiddin Lhokseumawe. Pelatihan ersebut berlangsung terbuka dan mendapat liputan dari media local khususnya.


Instruktur dalam pelatihan tersebut adalah seorang yang menawarkan diri untuk menjadi pelatih yaitu Sofyan Asauri, deserter Polisi yang pernah bertugas di Polda Jabar.

Februari 2009

Para peserta pelatihan di Aceh, yang berjumlah lebih kurang 15 orang datang ke Jakarta untuk persiapan berangkat ke Gaza.
15 Februari 2009, sebagaian peserta pelatihan di Aceh yang tengah berada di Jakarta, secara individual tanpa diketahui pimpinan rombongan pergi ke Depok menemui mantan pelatih mereka yaitu Sofyan Asauri.

21 Februari 2009, selesai persiapan untuk keberangkatan ke Gaza yang ditunda karena berbagai alasan, salah satunya serangan Israel atas Gaza telah berhenti, para mujahidin diminta untuk pulang terlebih dahulu ke Aceh, menunggu instruksi dan perkembangan situasi di Gaza lebih lanjut.

Dari 15 orang mujahidin yang datang ke Jakarta, 5 orang pulang ke Aceh dan 10 orang secara diam-diam, tanpa pemberitahuan ke DPP FPI, pergi ke Depok, rumah tempat tinggal Sofyan Asauri, mantan pelatih mereka di Aceh.

10 orang tesebut tinggal selama lebih kurang 1 bulan di rumah Sofyan Asauri dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung oleh Sofyan Asauri, termasuk uang saku dan biaya makan serta kebutuhan lainnya.

Februari-Maret 2009

Selama kurun waktu akhir Februari hingga akhir Maret 2009, 10 orang yang berasal dari Aceh tersebut dilatih dan di indoktrinasi oleh Sofyan Asauri. Adapun salah satu bentuk indoktrinasi tersebut adalah membolehkan cara-cara perampokan untuk membiayai jihad, menyebarkan kebencian dan permusuhan semata-mata atas dasar orang asing.

Adapun pelatihan yang dilakukan adalah melakukan pelatihan menembak dengan menggunakan peluru tajam (peluru asli) di dalam Markas Komando Brimob Kelapa Dua. Masing-masing peserta pelatihan diberikan sekitar  30 hingga 40 peluru tajam untuk latihan menembak tersebut.

Peserta latih juga diberikan uang saku perminggu selama proses pelatihan tersebut.

Dari informasi yang di dapatkan peserta latih, Sofyan Asauri ini secara sengaja meletakan surat pemecatan dari kepolisian untuk di baca oleh peser ta latih, yang berisi bahwa yang bersangkutan dipecat karena terlibat dalam kegiatan jihad, melakukan poligami dan jarang masuk kerja.

Januari 2010

6 orang dari 10 orang yang mengikuti pelatihan di Depok, kediaman Sofyan Asauri, ikut serta dalam pelatihan militer di Jantho Aceh Besar. Pelatihan kali ini juga di fasilitasi oleh Sofyan Asauri.

Februari 2010

Pelatihan militer di Jantho Aceh Besar disergap oleh aparat keamanan.

Mei 2010

pelat ihan Militer di Jantho Aceh Besar dihubungkan dengan penggerebekan kelompok Dul Matin di Pamulang, dan di ekspos oleh kepolisian dan media massa sebagai pelatihan untuk persiapan kegiatan terorisme. (suara-islam.com)


0 comments:

Posting Komentar