Tampilkan postingan dengan label Hidup Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidup Sehat. Tampilkan semua postingan
0

Permen Karet Bisa Memicu Timbulnya Keriput

Labels: ,

just wacthout!!!
Nebraska, Mengunyah permen karet menjadi kebiasaan banyak orang bahkan ada tidak bisa lepas dari permen yang satu itu. Tapi beberapa ahli bedah plastik memperingatkan bahwa mengunyah permen karet bisa menyebabkan timbulnya keriput.
“Banyak pasien saya yang suka mengunyah permen karet memiliki pola kerutan tertentu di sekitar mulutnya, dan saya kira permen karet turut bertanggung jawab terhadap pola kerutan tersebut,” ujar Dr Joel Schlessinger, seorang dermatolog dan bedah plastik di Omaha, Nebraska, seperti dikutip dari Health24, Rabu (10/3/2010).
Para pakar menuturkan ada dua kemungkinan yang menjadi alasan mengapa mengunyah permen karet dapat menyebabkan keriput, yaitu:

0

Aneka Perilaku “Aneh” & Solusinya bagi Ibu Semasa Hamil !


ada masa aneh ??
KOMPAS.com – Apa benar bila ibu hamil berperilaku ajaib, seperti ingin menjitak kepala si botak atau malah jadi pengin merokok adalah karena keinginan calon bayi dalam perut? Ups, jangan mengambinghitamkan bayi ah! Semua perilaku “ajaib” ini semata-mata karena perubahan hormon yang dialami ibu hamil. Untuk diketahui, perubahan hormon selama kehamilan memang dapat memengaruhi emosi ibu. Emosi inilah yang memicu perilaku ibu hamil yang aneh-aneh alias ajaib itu.
Hanya saja seberapa besar pengaruh emosi akibat faktor hormonal tersebut, sebetulnya tergantung kepribadian masing-masing ibu. Asal tahu saja, kepribadian seseorang berkaitan dengan pola asuh yang didapat semasa kecil, kesiapan ibu menerima kehamilan dan persepsinya akan kehamilan.
Lantaran itu, ibu hamil yang memiliki kepribadian matang jarang “berperilaku aneh”. Karena selain dapat mengelola emosinya dengan baik dan siap dengan kehamilan yang dijalaninya, latar belakang pola asuh yang ia dapat juga baik. Kalaupun perilakunya “ajaib” (menurut anggapan orang), arahnya cenderung positif. Umpamanya, ia begitu semangat menjalani kehamilan sampai setiap hari selalu berdendang. Sebaliknya, ibu hamil yang kepribadiannya belum matang akan mudah emosi; senang mencari perhatian, mudah stres, gampang marah/tersinggung, mudah sedih atau tertekan.
Berikut beberapa contoh “perilaku aneh” yang mungkin dialami ibu hamil beserta alternatif solusinya:
* Hobi shopping
Sebenarnya wajar, apalagi bagi wanita. Dianggap aneh karena sebelumnya yang bersangkutan tidak punya “hobi” ini. Baru setelah hamil lantas gemar berbelanja. Dikhawatirkan “kegemaran baru” ibu hamil ini bisa menimbulkan konflik dengan pasangan, karena ibu dinilai egois dan boros membelanjakan keperluan yang tak jelas.
Solusi:
Mau tak mau ibu memang harus mampu menahan dorongan untuk berbelanja. Berusahalah untuk bijak. Buat daftar keperluan saat akan berbelanja keperluan bayi, umpamanya, dan berusahalah mematuhi daftar tersebut.
* Malas-malasan
Bisa karena pada dasarnya ibu memang pemalas sehingga saat hamil bertambah malas akibat adanya perubahan hormonal. Pada ibu yang bekerja umumnya perasaan malas-malasan ini jarang ditemui. Kalaupun ada karena rasa bosan dan lebih mudah dialihkan pada hal lain.
Solusi:
Bagi ibu rumah tangga yang banyak diam di rumah, beraktivitaslah! Jangan hanya tidur-tiduran, nonton sinetron dan mengemil. Peran lingkungan tentu amat dibutuhkan untuk memotivasi ibu agar banyak bergerak. Ingat, perilaku semasa hamil juga merupakan cara mendidik anak sejak janin. Jangan sampai perilaku malas ibu berdampak pada pola asuh kelak.
* Tidak mau dekat-dekat suami
Ada ibu hamil yang merasa mual bila mencium bau suami. Dengan alasan itu, ia tidak mau tidur seranjang atau kalaupun tidur berbalikan badan. Penyebabnya? Jangan-jangan ada masalah komunikasi dengan pasangan yang terpendam. Di bawah sadar, mungkin lo ada kebiasaan suami yang tidak ibu sukai. Misal, suami suka mengorok kalau tidur, pulang kantor tidak langsung bersih-bersih dan sebagainya. Tanpa disadari ketidaksukaan tersebut tercetus jadi perilaku “aneh” saat ibu hamil
Solusi:
Tentu tidak benar bila selagi hamil ibu menjauhi suami. Jadi, komunikasikan apa yang menjadi keinginan dan harapan ibu agar merasa nyaman. Bukankah kehadiran anak dalam kandungan juga hasil kerja sama berdua? Belajarlah untuk menerima kekurangan dan kelebihan pasangan dan belajarlah untuk saling memahami.
* Merasa sebal dan tak ingin ketemu mertua
Lihat kembali pada awal hubungan ibu dengan mertua selama ini. Apakah ada ketidakcocokan yang disebabkan mertua terlalu intervensi, terlalu cerewet dan sebagainya. Sikap mertua yang tidak berkenan di hati selama ini bisa tercetus jadi perilaku “aneh” selagi hamil. Memang dapat dipahami karena kondisi kehamilan yang cukup sensitif.
Solusi:
Sekali lagi, komunikasi merupakan jalan terbaik. Katakan secara baik-baik apa yang menjadi keinginan dan harapan ibu. Misalnya, ingin mandiri dengan pindah dari rumah mertua. Pengertian dari pihak mertua juga tentu diperlukan. Untuk itu carilah win-win solution yang terbaik.
* Marah-marah pada pasangan
Cenderung dipengaruhi temperamen ibu serta bagaimana kelancaran komunikasi dengan pasangan. Akibatnya sering kali hal sepele jadi menimbulkan konflik berkepanjangan.
Solusi:
Berusahalah untuk beradaptasi. Pasangan harus mengerti kondisi kehamilan ibu dan ibu jangan egois selalu ingin dimanja atau dilayani semua kebutuhannya. Cobalah saling membuka diri dan terus belajar untuk saling memahami.